SATUAN BAKU
Satuan adalah segala sesuatu yang berfungsi sebagai pembanding pada suatu besaran. Sedangkan satuan baku adalah satuan yang menghasilkan ukuran sama meskipun dilakukan oleh orang lain dan dapat berlaku secara umum/internasional. Dengan demikian satuan baku sangat berbeda dengan satuan tidak baku.
Tidak semua satuan dapat digunakan secara umum sehingga sering membingungkan orang. Satuan tidak baku berlaku di daerah tertentu, kadang tidak berlaku didaerah lain.Sebagai contoh satuan tidak baku adalah mayam (satuan masa di daerah sumatera), depa, tombak, jengkal dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, ditetapkan suatu rumusan tentang satuan baku pada tahun 1960 oleh para ahli. Para ahli menggunakan satuan metrik yang disebut Satuan Sistem Internasional (SI). Penamaan ini berasal dari bahasa prancis, yaitu Le Systeme Internationale d'Unites.
Sistem Internasional lebih mudah digunakan karena disusun berdasarkan kelipat-an bilangan 10 dari satuan dasar. Kelipat-an bilangan 10 tersebut membentuk suatu awalan satuan, seperti kilo, mega, giga, dan lain sebagainya. Selain mudah digunakan, awalan-awalan satuan tersebut mempermudah dalam komunikasi nilai satuan dari suatu pengukuran kepada pihak lain. Dengan demikian, nilai satuan dalam SI dapat di-konversi dengan mudah ke sistem metrik, yang telah dipergunakan sekelompok ahli setelah tahun 1700. Sistem metrik ditetapkan pada tahun 1973 dengan satuan besaran panjang sebagai dasarnya.
Ada 2 jenis satuan SI dengan sistem metrik, yaitu: MKS (meter-kilogram-sekon), dan CGS (centimeter-gram-sekon). Satuan MKS dan CGS digunakan dalam satuan besaran pokok, maupun turunan. Dasar- dasar dari pemakaiannya tidak terlepas dari sistem MKS dan CGS di dalam besaran pokok.
Satu meter didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa udara dengan waktu 1/299.792.458 sekon. Hal ini didapatkan dari pendefinisian satu meter sebagai jarak meter standar platina iridium, yang disimpan di Sevres, Paris, pada tahun 1960. Dengan demikian satuan dari besaran panjang adalah meter.
Satu kilogram didefinisikan sebagai massa yang sama dengan massa silinder standar yang dibuat dari platina iridium. Jadi satuan dari besaran massa adalah kilogram.
Awalnya satu sekon adalah waktu selama 1/86.400 dari hari rata-rata per-putaran bumi. Kemudian, satu sekon didefinisikan kembali sebagai waktu yang diperlukan oleh atom Cesium-133 untuk melakukan putaran sebanyak 9.162.631.770 kali. Jadi satuan dari besaran waktu adalah sekon(detik).
Dari penjelasan mengenai definisi meter, kilogram dan sekon, maka dapat disimpulkan bahwa satuan pokok adalah satuan yang sudah didefinisikan terlebih dahulu. Dengan ditetapkan satuan pokok tersebut, maka dengan mudah dapat menurunkan satuan - satuan tersebut ke dalam satuan turunan. Jadi, satuan turunan adalah satuan yang didapat dari per-kalian dan pembagian satuan pokok.
Daftar Rujukan:
Purwanto, Budi, & Arinto Nugroho. Eksplorasi Ilmu Alam untuk kelas VII SMPdan MTs. 2014. Solo: Platinum(Tiga Serangkai).
Sulistyorini,Ari, dkk. IPA Terpadu SMP Kelas VII. 2008. Jakarta: Yudhistira.
Satuan adalah segala sesuatu yang berfungsi sebagai pembanding pada suatu besaran. Sedangkan satuan baku adalah satuan yang menghasilkan ukuran sama meskipun dilakukan oleh orang lain dan dapat berlaku secara umum/internasional. Dengan demikian satuan baku sangat berbeda dengan satuan tidak baku.
Tidak semua satuan dapat digunakan secara umum sehingga sering membingungkan orang. Satuan tidak baku berlaku di daerah tertentu, kadang tidak berlaku didaerah lain.Sebagai contoh satuan tidak baku adalah mayam (satuan masa di daerah sumatera), depa, tombak, jengkal dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, ditetapkan suatu rumusan tentang satuan baku pada tahun 1960 oleh para ahli. Para ahli menggunakan satuan metrik yang disebut Satuan Sistem Internasional (SI). Penamaan ini berasal dari bahasa prancis, yaitu Le Systeme Internationale d'Unites.
Sistem Internasional lebih mudah digunakan karena disusun berdasarkan kelipat-an bilangan 10 dari satuan dasar. Kelipat-an bilangan 10 tersebut membentuk suatu awalan satuan, seperti kilo, mega, giga, dan lain sebagainya. Selain mudah digunakan, awalan-awalan satuan tersebut mempermudah dalam komunikasi nilai satuan dari suatu pengukuran kepada pihak lain. Dengan demikian, nilai satuan dalam SI dapat di-konversi dengan mudah ke sistem metrik, yang telah dipergunakan sekelompok ahli setelah tahun 1700. Sistem metrik ditetapkan pada tahun 1973 dengan satuan besaran panjang sebagai dasarnya.
Ada 2 jenis satuan SI dengan sistem metrik, yaitu: MKS (meter-kilogram-sekon), dan CGS (centimeter-gram-sekon). Satuan MKS dan CGS digunakan dalam satuan besaran pokok, maupun turunan. Dasar- dasar dari pemakaiannya tidak terlepas dari sistem MKS dan CGS di dalam besaran pokok.
Satu meter didefinisikan sebagai jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa udara dengan waktu 1/299.792.458 sekon. Hal ini didapatkan dari pendefinisian satu meter sebagai jarak meter standar platina iridium, yang disimpan di Sevres, Paris, pada tahun 1960. Dengan demikian satuan dari besaran panjang adalah meter.
Satu kilogram didefinisikan sebagai massa yang sama dengan massa silinder standar yang dibuat dari platina iridium. Jadi satuan dari besaran massa adalah kilogram.
Awalnya satu sekon adalah waktu selama 1/86.400 dari hari rata-rata per-putaran bumi. Kemudian, satu sekon didefinisikan kembali sebagai waktu yang diperlukan oleh atom Cesium-133 untuk melakukan putaran sebanyak 9.162.631.770 kali. Jadi satuan dari besaran waktu adalah sekon(detik).
Dari penjelasan mengenai definisi meter, kilogram dan sekon, maka dapat disimpulkan bahwa satuan pokok adalah satuan yang sudah didefinisikan terlebih dahulu. Dengan ditetapkan satuan pokok tersebut, maka dengan mudah dapat menurunkan satuan - satuan tersebut ke dalam satuan turunan. Jadi, satuan turunan adalah satuan yang didapat dari per-kalian dan pembagian satuan pokok.
Daftar Rujukan:
Purwanto, Budi, & Arinto Nugroho. Eksplorasi Ilmu Alam untuk kelas VII SMPdan MTs. 2014. Solo: Platinum(Tiga Serangkai).
Sulistyorini,Ari, dkk. IPA Terpadu SMP Kelas VII. 2008. Jakarta: Yudhistira.
No comments:
Post a Comment